Archive for the ‘Ceritaku’ Category

Cerita Cinta

Posted: November 25, 2012 in Ceritaku
Tags: , , , ,

Cinta, tak diketahui letaknya di dalam diri, abstrak, tak sanggup teraba, mengambang dalam imajinasi, bergejolak seiring suasana hati. Namun mengapa, jika cinta terluka, maka tubuh seolah tersayat, luka, kemudian menjadi lemah, air mata pun mengalir, kaki seakan tak sanggup melangkah, bibir sekejap bisu, lisan seakan kaku. Tetapi, dibalik tabir cinta, ternyata memendam berjuta energi. Energi yang sanggup menjadikan seseorang bertahan ditengah guncangan cobaan, kokoh dikala terhempas musibah. Cinta, misteri yang tak pernah terungkap seutuhnya oleh logika, karena memang ia hanya bisa dirasa oleh jiwa.

(more…)

Manusia dalam hidupnya tidak akan pernah luput dari kesalahan. Manusia tanpa kesalahan hanyalah mimpi yang tak mungkin jadi kenyataan. Justru karena adanya kesalahan itulah, manusia menjalani kodratnya sebagai makhluk yang selalu membutuhkan bimbingan dan perlindungan Tuhan. Seandainya manusia tercipta tanpa kesalahan, maka ia akan menjadi sosok yang angkuh, merasa kesempurnaan berada dalam genggaman tangannya. Kesalahan bukanlah aib yang harus dicela. Sebab dengan segala kesalahannya itu, justru akan menjadikan manusia merasa dirinya lemah, sehingga ia akan semakin dekat dengan Dzat yang memiliki kesempurnaan dan kekuatan, yaitu Tuhannya.

(more…)

Tempaan Jiwa

Posted: November 25, 2012 in Ceritaku
Tags: , , , ,

Keputusan hidup seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit yang selalu ada konsekuensi tersembunyi dibaliknya. Setiap keputusan yang diambil, terdapat ancaman resiko-baik besar maupun kecil, bagi kelangsungan hidup kita kedepannya. Hidup hanya satu kali, menjadi pecundang atau pahlawan, merupakan pilihan yang kita sendirilah yang memutuskannya. Pahlawan muncul karena ia memberanikan dirinya menghadapi rintangan yang terjal, badai cobaan, dan jalan yang berliku. Kesulitan demi kesulitan dihadapinya tanpa mengenal kata mundur. Ketakutan dan keputusasaan merupakan musuh yang selalu mengintainya ditiap menjalani langkah perjuangan. Perihnya derita tak pernah dirasa seiring janji kemuliaan yang akan diraih. Kemuliaan seakan menanti datangnya pahlawan yang telah gigih berjuang menghadapi kerasnya badai kehidupan.

(more…)

Hal apakah yang tidak bisa dikurung, bahkan dengan jeruji baja sekalipun? Maka jawaban yang layak adalah akal, alias pemikiran. Jika jasad si pemilik otak terkurung dalam jeruji besi, maka pemikirannya bisa menembus rapatnya pertahanan jeruji besi itu. Ibnu Taimiyah, tokoh intelektual Islam terkemuka, berulang kali keluar masuk penjara. Beliau keluar masuk penjara bukanlah karena kasus kriminal remeh temeh macam maling ayam atau mencuri sandal jepit. Ibnu Taimiyah dijebloskan ke penjara karena ulah konspirasi musuh-musuhnya yang selalu merasa terusik kepentingannya karena keberadaan Ibnu Taimiyah. Tapi apalah daya, jasad memang terpenjara, namun pemikiran cemerlang Ibnu Taimiyah memiliki daya magnet yang menarik para pecinta ilmu untuk datang menghampirinya. Dikala Ibnu Taimiyah terpenjara, maka para pencari ilmu pun tetap berdatangan ke penjaranya guna mendapat pencerahan dari sang ulama. Ternyata penjara tak mampu menahan laju pemikiran cemerlang.

(more…)

Merajut Asa

Posted: November 25, 2012 in Ceritaku
Tags: , , , ,

Syukur selalu terucap tatkala mata menatap mentari. Waktu terus berganti seiring kegelapan yang beralih terang. Cahaya membangkitkan umat manusia dari lelapnya yang begitu panjang. Kehidupan kembali berjalan, bersamaan dengan bunga-bunga yang mulai bermekaran. Dinginnya malam pun sirna dengan kehadiran hangatnya pagi. Daun tak lagi meneteskan embun bersamaan sinar yang kian terik, mungkinkah ini pertanda air mata duka segera berganti air mata kebahagiaan. Sorot sinar mentari menyiratkan bahwa seberat apapun kehidupan, sekelam apapun jalan yang pernah dilalui, selalu akan ada secercah harapan. Begitulah filosofi kehidupan, di belahan bumi manapun, pekatnya malam selalu silih berganti dengan cerahnya mentari. Tiada sungai yang tak mengalir, tiada samudera yang tak berarus, tiada laut yang tak pasang-surut, tiada pantai yang tak berombak; hidup tak pernah statis maupun stagnan, namun selalu bergerak mengikuti dinamika ketentuan dan takdir yang telah Tuhan gariskan untuk setiap hamba-Nya.

(more…)