Archive for the ‘Fatwa’ Category

Tentang hukum memakan bekicot, maka harus dilihat, apakah ada dalil yang menyebutkannya secara eksplisit dalam Al-Qur’an atau hadits sebagai sumber hukum yang utama.

Jika dianggap sebagai makanan yang menjijikkan, maka hal itu bersifat subjektif dan sangat relatif. Karena menjijikkan bagi seseorang, mungkin tidak bagi yang lain. Atau bahkan justru dibutuhkan bagi orang yang lain lagi. Jadi hal ini tidak bisa dijadikan sebagai landasan hokum yang pasti dan mengikat.

Kalau tidak ada dalil yang jelas, maka menurut kaidah fikih, kembali pada hokum asal, yaitu mubah, hukum asal segala sesuatu adalah mubah atau dibolehkan. (more…)

Tape ketan dan tape singkong adalah halal sepanjang cairannya tidak dipisahkan menjadi minuman tersendiri yang memabukkan (khamr), serta tidak ada niatan memperpanjang masa fermentasi untuk mendapatkan efek memabukkan.

Khamr tidak terpatas pada alkohol, tapi juga senyawa lain yang memabukkan. Hal ini karena nabati lain seperti beberapa jenis buah dan sayur juga mengandung etanol secara alami dengan jumlah bervariasi sehingga fokus halal/haram tidak terbatas terhadap etanol saja. (more…)

Hijab secara etimologi bermakna menutup, menghalangi dan mencegah. Sedangkan hijab secara syara’ adalah seorang wanita yang menutup seluruh tubuh dan perhiasannya, sehingga orang asing (yang bukan mahram-nya) tidak melihat sesuatu apapun dari tubuh dan perhiasan yang dia kenakan, yaitu menutupnya dengan pakaian atau dengan tinggal dirumah.

Jilbab merupakan baju kurung yang tebal yang dikenakan seorang wanita dari kepala hingga kedua kakinya sehingga menutupi seluruh tubuh serta perhiasannya. Syarat-syarat jilbab yaitu: (more…)