Archive for the ‘Ibadah’ Category

Ibnul Qayyim menuliskan bahwa dalam suatu riwayat dari Utsman bin Abil Ash diceritakan bahwa ia pernah mengeluh kepada Rasulullah mengenai sakit yang dirasakan pada tubuhnya semenjak ia masuk Islam. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Letakkan tanganmu di atas bagian tubuhmu yang sakit, lalu ucapkanlah bismillah tiga kali, dan ucapkan doa berikut sebanyak tujuh kali.” (more…)

Advertisements

Ibadah kurban hukumnya Sunnah muakad (sangat dianjurkan) bagi orang yang mampu secara materi. Ini seperti dijelaskan oleh Rasulullah, “Barangsiapa memiliki kelapangan materi, lalu ia tidak berkurban, maka janganlah ia datang ke tempat shalat kami.” (HR. Ahmad)

Perintah melaksanakan ibadah kurban mempunyai beberapa makna penting.

Pertama, ibadah kurban merupakan usaha muslim mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Untuk mau dan dapat bekurban perlu melakukan perjuangan, terutama mengendalikan hawa nafsu dan egoisme diri. Egoisme diri cenderung membuat orang lupa kepada Allah Ta’ala dan mengabaikan ajaran agama. (more…)

Haid Tidak Lancar, Bagaimana Hukumnya?

Sebagian wanita ada yang mengalami siklus haid tidak teratur. Disebabkan kondisi tubuh yang tidak stabil atau sakit, wanita bisa saja dalam beberapa bulan tidak haid. Misalkan, setelah melahirkan yang mungkin saja haid baru datang setelah enam bulan. Ada pula yang mengalami masa haid yang sudah berhenti, namun selang beberapa hari darah tersebut keluar lagi. Padahal, masih dalam satu fase haid dan pada bulan yang sama. Dalam kondisi tersebut, bagaimana solat mereka?

Wabuta yang mempunyai siklus haid teratur diistilahkan dengan mu’tadah. Walau setiap wanita berbeda-beda masa haidnya, masa siklus haidnya tetap sama. Misalnya, setiap masa haid ia mengalami haid selama enam hari, tujuh hari, dan seterusnya. Cara menyimpulkannya dengan mengalkulasikannya selama tiga kali haid. Jika lamanya haid selalu stabil dan teratur, ia tergolong pada wanita mu’tadah. (more…)

Rumah Kecil Terasa Lapang

Berapa banyak pasangan suami istri yang menjadikan harta sebagai tujuan utama. Bangun karena harta, lelah pun karena harta. Seolah berdahaga lama, yang tak berkesudahan. Melabrak syariat dengan menonjolkan hawa nafsu dalam dunia riba, adalah segelintir potret yang mewarnai kehidupan kaum muslimin hari ini.

Siapa yang tak mengidamkan sebuah rumah milik sendiri, bebas ngontrak di sepanjang usia pernikahan. Bahkan, memiliki rumah menjadi sebuah kebutuhan yang prioritas dalam berumah tangga. Patut menjadi renungan, “Untuk apa kita memiliki rumah?” Untuk melindungi keluarga dari terik matahari dan dinginnya malam juga menghidupkan keluarga gemar beribadah di antara tujuan memiliki rumah idaman. (more…)

Ibadah wudhu tampaknya sepele dan mudah dilakukan. Karena itu, banyak umat Islam yang memandangnya biasa-biasa saja. Padahal, bila wudhu dikerjakan tidak sempurna, shalatnya pun tidak akan diterima. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima ketika masih berhadats sampai dia berwudhu.” (HR. Bukhari)

Kendati sederhana, namun kegiatan bersuci sebelum mengerjakan shalat ini ternyata manfaatnya sangat besar. Dari hasil studi dan riset para sarjana dan ahli kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari bermacam penyakit.

Salh satunya adalah kajian Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk kesehatan. Dalam penelitiannya,Salim juga menganalisis komparasi masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari sebelum mendirikan shalat. (more…)

Mengenal Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

Ibadah merupakan suatu bentuk ketundukan dan ketaatan terhadap pencipta alam semesta Allah Ta’ala. Namun, ada dua macam bentuk ibadah yang penting untuk diketahui, yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah. Kedua istilah ini kadang masih disalahpahami oleh umat.

Secara umum, dijelaskan bahwa bentuk ibadah secara singkat, yaitu ketundukan yang tidak terbatas bagi pemilik yang tidak terbatas.

Definisi ini, menunjukkan puncak tertinggi dari kerendahan hati, kecintaan batin, serta peleburan diri kepada keagungan Allah. (more…)

Wanita Lebih Utama Shalat di Rumah atau di Masjid?

Banyak mubaligh yang menganjurkan kaum perempuan agar tidak ikut ke masjid menunaikan shalat berjamaah. Mereka berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ummu Humaid, “Shalatnya salah seorang perempuan di makhda (sejenis kamar untuk menyimpan barang) lebih utama daripada shalat di kamarnya. Dan shalatnya di kamar lebih utama daripada shalat di rumahnya. Dan shalat di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid kaumnya. Dan shalat di masjid kaumnya lebih utama daripada shalat bersamaku.” (HR. Ahmad)

Hadis yang dihasankan Al-Albani ini juga menjadi dalil mufti Arab Saudi, Abdu Aziz bin Baz, ketika ditanya soal shalat kaum perempuan. Manakah yang lebih utama, shalatnya kaum perempuan di rumah atau di Masjidil Haram yang keutamaannya 100 ribu kali lipat dibanding shalat di masjid biasa? Bin Baz menjawab, shalat kaum perempuan lebih utama di rumah saja. (more…)