Archive for the ‘Tauhid’ Category

– Menyadari bahwa jin menurut aslinya tidak dapat dilihat oleh mata dan tidak diketahui bentuk hakikatnya.

– Meyakini bahwa untuk mengetahui tentang jin atau setan hanya diperoleh berdasar informasi yang diberitakan hanya oleh Allah maupun rasul-Nya.

– Meyakini bahwa jin itu golongan roh, tetapi mereka juga tidak mengetahui hal yang gaib (QS. Saba: 14).

– Meyakini bahwa jin diciptakan lebih dahulu, sebelum manusia diciptakan dari samum, yakni nyala api murni yang sangat panas tanpa asap (QS. Al-Hijr: 26-27; QS. Ar-Rahman: 15). (more…)

Neraka adalah tempat penyiksaan di akhirat yang dipersiapkan oleh Allah Ta’ala untuk orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat maksiat.

Bahan Bakar Neraka

Bahan bakar neraka terdiri atas batu-batu dan orang-orang yang durhaka kepada Allah, sebagaimana firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6).

“Peliharalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 24).

Yang dimaksud dengan orang sebagai bahan bakar neraka adalah orang-orang kafir dan orang-orang yang mempersekutukan Allah. Mengenai jenis batu yang akan digunakan sebagai bahan bakar neraka, hanya Allah Yang Mahamengetahui. (more…)

Dosa yang paling besar adalah syirik kepada Allah Ta’ala. Syirik dibagi menjadi dua macam.

Pertama, menjadikan selain Allah sekutu atau menyembah selain Allah baik berbentuk batu, pohon, matahari, bulan, seorang nabi, seorang syaikh, binatang, malaikat, dan lain-lain. Ini adalah syirik akbar sebagaimana disebutkan Allah dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni jika Dia disekutukan, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa’: 48).

Dalam firman-Nya yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya barangsiapa menyekutukan Allah, maka Dia telah mengharamkan baginya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka.” (QS. Al-Maidah: 72). (more…)

Jangan Beralasan Dengan Takdir

Posted: May 14, 2014 in Tauhid
Tags:

Setiap muslim harus berkeyakinan bahwa segala kebaikan dan keburukan terjadi menurut takdir Allah dan kehendak-Nya, serta diketahui ilmu-Nya. Namun menjalankan perbuatan baik atau buruk itu timbul atas pilihan hamba-Nya sendiri, sedang memperhatikan perintah dan larangan-Nya adalah wajib bagi seorang hamba. Oleh karena itu, ia tidak boleh  berbuat maksiat dengan dalih itu sudah ditakdirkan oleh Allah. Allah telah mengutus rasul-rasul-Nya serta menurunkan kitab-kitab-Nya agar rasul-rasul itu menjelaskan ajaran yang menuju kebahagiaan dan yang menuju kesengsaraan. (more…)

Takwa merupakan wasiat Allah kepada umat generasi pertama dan generasi akhir. Allah Ta’ala berfirman, “Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ada dilangit dan yang dibumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah) sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. An-Nisa: 131)

Para ulama salaf telah banyak memberikan makna mengenai hakikat takwa. (more…)

–          Definisi Qadha’ dan Qadhar

Qadha’ menurut bahasa memiliki beberapa makna yang berbeda.

a. Hukum, hakama artinya qodhoo-a, yaqdhi, qodho; menghukumi, memutuskan.

b. Perintah

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia.” (QS. Al-Isra: 23)

c. Kabar

Artinya: “Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (QS. Al-Hijr: 66) (more…)

–          Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah

Beriman kepada rasul-rasul Allah maksudnya adalah membenarkan dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Ta’ala telah mengutus pada tiap-tiap umat, seorang rasul yang mengajak umatnya menyembah Allah Ta’ala semata dan mengingkari sesembahan selain-Nya sebagaimana firman Allah Ta’ala, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul pada tiap-tiap umat (yang menyerukan), ‘Beribadahlah kepada Allah (saja) dan jauhilah thaghut…’” (QS. An-Nahl: 36).

Allah Ta’ala selalu mengutus seorang rasul atau nabi kepada setiap umat sebagai pembawa peringatan kepada kaumnya, baik dengan membawa syari’at khusus, atau dengan membawa syari’at sebelumnya yang diperbaharui. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan.” (QS. Fathir: 24). (more…)