Archive for the ‘Tauhid’ Category

–          Definisi

Secara bahasa, kutubun adalah bentuk jamak dari kitaabun. Kitab adalah mashdar yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ditulis di dalamnya. Menurut syariat, kutubun adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya agar mereka menyampaikannya kepada manusia, serta bernilai ibadah bagi mereka yang membacanya.

–          Beriman Kepada Kitab-Kitab

Beriman kepada kitab-kitab Allah Ta’ala berarti membenarkan dengan keyakinan penuh bahwa Allah Ta’ala memiliki kitab-kitab yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya dengan kebenaran yang nyata dan petunjuk yang jelas. Dan bahwasanya kitab-kitab itu merupakan kalam Allah yang difirmankan-Nya dengan sebenar-benarnya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya. Beriman kepada kitab-kitab-Nya adalah wajib secara ijmal (global) dalam hal yang memang umum, serta secara tafshil (rinci) dalam hal yang memang disebutkan secara terperinci. (more…)

Advertisements

–          Definisi Malaikat

Menurut bahasa, malaaikatun bentuk jamak dari malakun yang berasal dari kata aluu katu (risalah) dan ada yang menyatakan dari aka (mengutus).

Menurut istilah, malaikat adalah salah satu jenis makhluk Allah Ta’ala yang diciptakan-Nya secara khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya, serta mengerjakan segala tugas-tugas-Nya. Sebagaimana firman-Nya

Artinya: “Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya: 19-20) (more…)

–          Definisi Iman

Menurut bahasa, iman berarti pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.

Maksud membenarkan dalam hati yaitu menerima segala ajaran yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mengikrarkan dengan lisan maksudnya mengucap dua kalimat syahadat “laa ilaaha illallahu wa anna muhammadan Rasulullah”. Kemudian yang dimaksud dengan mengamalkan dengan anggota badan adalah hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedangkan anggota badan mengamalkannya dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya. (more…)

Alam Kubur

Posted: January 8, 2014 in Tauhid
Tags: , , , , ,

Hani’, budak Utsman bin Affan meriwayatkan hadits, “Ketika Utsman radhiyallahu ‘anhu berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis tersedu-sedu sampai basah janggutnya. Lalu beliau ditanya, ‘Engkau mengingat surga dan neraka tetapi tidak menangis. Namun saat mengingat kubur, engkau menangis. Mengapa?’ Jawab beliau, ‘Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Kubur adalah rumah akhirat pertama. Bila selamat di kubur, maka setelahnya menjadi lebih mudah; bila tidak selamat dari kubur, maka setelahnya lebih sulit.’ Aku juga mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Disebabkan fase setelah kubur lebih mudah bagi yang telah selamat, maka seorang mukmin dalam kuburnya, ketika melihat surga yang disiapkan Allah, mereka berkata, “Ya Tuhan, segerakanlah terjadinya kiamat agar aku tidak kembali ke keluarga dan hartaku.” Sedangkan orang-orang kafir, ketika melihat azab pedih yang disiapkan Allah baginya, berseru, “Ya Tuhan, jangan kau datangkan kiamat.” Karena yang akan datang setelahnya lebih pedih siksanya dan lebih menakutkan. (more…)

Su’ul Khatimah

Posted: January 7, 2014 in Tauhid
Tags: , , ,

Setiap manusia tentu mengharapkan kelak agar ia dapat mati dalam keadaan yang baik (husnul khatimah). Namun ternyata, keadaan akhir yang baik tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah untuk digapai. Hanya orang-orang yang memiliki keimanan dan keistiqomahan yang kuat lah yang mampu menggapai akhir kehidupan yang baik. Akhir kehidupan yang buruk (su’ul khatimah) merupakan suatu bencana yang sangat besar bagai seorang muslim karena ia menjadi tanda awal petaka bagi perjalanan hidup selanjutnya menuju akhirat. Shiddiq Hasan Khan menceritakan bahwa, “Su’ul khatimah memiliki sebab-sebab yang harus diwaspadai oleh seorang mukmin.” Kemudian beliau pun menyebut sebab-sebab seseorang tertimpa su’ul khatimah. (more…)

Tauhid adalah keyakinan seorang hamba bahwa Allah itu Esa serta tiada sekutu bagi-Nya, baik dalam hal rububiyah, uluhiyah, asma’ maupun sifat-Nya. Seorang hamba wajib untuk meyakini dengan sepenuh hati bahwa hanyalah Allah Sang Pemilik atas segala sesuatu. Dialah satu-satunya Pencipta dan Pengatur alam semesta. Hanyalah Allah pula yang berhak untuk disembah, dan setiap sesembahan selain-Nya adalah bathil. Dia memiliki sifat yang sempurna dan suci dari segala aib ataupun kekurangan, serta hanya bagi-Nya asma’ al-husna dan sifat yang tinggi.

PEMBAGIAN TAUHID

– Tauhid dalam Ma’rifat (pengenalan) dan Itsbat (penetapan)

Tauhid ini dinamakan dengan tauhid rububiyah dan tauhid asma’ wa shifat, yaitu menauhidkan Allah dalam asma’ (nama-nama)-Nya, sifat-sifat-Nya, dan af’al (perbuatan-perbuatan)-Nya

Oleh karenanya, seorang hamba berkewajiban untuk meyakini bahwa Allah adalah Tuhan yang menguasai dan mengatur alam semesta ini. Allah pulalah Tuhan yang sempurna dzat, asma’, sifat, dan perbuatan-Nya. (more…)

Salah satu hal yang terlihat amat mengherankan adalah seorang mukmin berdoa tetapi doanya tidak dikabulkan. Ia tetap berdoa dan terus berdoa. Namun, ternyata ia harus tetap menanti pengabulannya dalam waktu yang cukup lama, bahkan ia tak melihat satu pun tanda akan adanya pengabulan.

Dalam kondisi seperti itu, seorang mukmin mesti mengetahui bahwa apa yang tengah dialaminya adalah sebuah ujian yang memerlukan kesabaran lebih, dan bisikan-bisikan yang bergolak di jiwanya adalah sebuah penyakit yang harus diobati.

Lalu, mengapa Allah Ta’ala menunda, bahkan menolak permohonan hamba-Nya? (more…)