Posts Tagged ‘Abu Hurairah’

Sesungguhnya rasa takut memiliki kedudukan yang tinggi, dan bermanfaat bagi hati. Takut yang dimaksud adalah rasa takut kepada Allah. Perasaan takut kepada Allah merupakan suatu hal yang wajib ada pada diri setiap orang. Allah berfirman, “…karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran; 175).

Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman, “Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al-Baqarah: 40). Dalam surat Al-Maidah, Allah memerintahkan kita agar jangan takut kepada manusia, “Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.” (QS. Al-Maidah: 44).

Abu Hafsh berkata, “Khauf adalah cemeti Allah yang digunakan untuk meluruskan orang-orang yang lari keluar dari pintu-Nya.” Rasa takut merupakan pembimbing hati manusia agar selalu berada di atas jalan yang lurus. Bila rasa takut telah hilang dari hati seseorang maka ditakutkan mereka akan tersesat. Hal ini sebagaimana perkataan Dzun Nun, “Manusia akan senantiasa diatas jalan yang lurus selama mereka masih tetap memiliki rasa takut. Bila rasa takut telah hilang, maka jalan mereka akan menjadi sesat.” (more…)

Abu Hurairah radiallahu ‘anhu dilahirkan tahun 19 sebelum Hijriyah. Nama beliau sebelum memeluk Islam tidaklah diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang mashyur adalah Abd Syams. Nama Islamnya adalah Abd al-Rahman. Beliau berasal daripada qabilah al-Dusi di Yaman. Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 Hijriyah ketika Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam berangkat menuju Khaibar.  Ketika itu, ibunya belum menerima Islam bahkan menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Abu Hurairah lalu bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan meminta Rasulullah berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah kembali menemui ibunya, lalu mengajaknya masuk Islam. Ternyata ibunya telah berubah pikiran dan bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah pulang dari Perang Khaibar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin memperluas Masjid Nabawi ke arah barat dengan menambah ruang sebanyak tiga tiang lagi. Abu Hurairah turut terlibat dalam pembangunan ini. Ketika dilihatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menolak seraya bersabda, “Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat.” (more…)