Posts Tagged ‘Bahasa Lampung’

Belajar Aksara Lampung

Belajar Aksara Lampung

Seperti halnya suku-suku lain di Indonesia, Lampung memiliki abjad/aksara sendiri yang dikenal dengan aksara Lampung. Aksara Lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan Aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda dibelakang, dimana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.

Had Lampung dipengaruhi dua unsur, yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab. Had Lampung memiliki bentuk kekerabatan dengan Aksara Rencong, Aksara Rejang Bengkulu, Aksara Sunda, dan Aksara Lontara. Had Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda, dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka, dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah Kaganga, ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan huruf induk berjumlah dua puluh buah. (more…)

Sastra Lampung adalah sastra yang menggunakan bahasa Lampung sebagai media kreasi, baik sastra lisan maupun sastra tulis. Sastra Lampung memiliki kedekatan dengan tradisi Melayu yang kuat dengan pepatah-petitih, mantera, pantun, syair, dan cerita rakyat.

Sastra Lisan Lampung menjadi milik kolektif suku Lampung. Ciri utamanya kelisanan, anonym, dan lekat dengan kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat dalam kebudayaan masyarakat Lampung. Sastra itu banyak tersebar dalam masyarakat dan merupakan bagian sangat penting dari khazanah budaya etnis Lampung. (more…)

Kerajinan Lampung

Kerajinan Lampung

Berdasar peta bahasa, Bahasa Lampung memiliki dua subdialek.

Pertama, dialek A (api) yang dipakai oleh masyakarat Sekala Brak, Melinting Maringgai, Darah Putih Rajabasa, Balau Teluk Betung, Semaka Kota Agung, Pesisir Krui, Ranau, Komering, Daya, Way Kanan, Sungkai, Pubian.

Kedua, subdialek O (nyo) yang dipakai oleh masyarakat Abung dan Tulang Bawang.

Sedangkan Dr. Van Royen mengklasifikasikan Bahasa Lampung dalam dua sub dialek, yaitu Dialek Belalau atau Dialek Api dan Dialek Abung atau Dialek Nyow. (more…)

Masa Pra Sejarah

Asal-usul suku Lampung adalah dari Sekala Brak, yaitu sebuah kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, Selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Kata ‘Lampung’ sendiri memiliki arti berasal dari ketinggian. Hal ini karena pada awalnya suku Lampung bermukim di dataran tinggi Sekala Brak di lereng Gunung Pesagi. Dari dataran Sekala Brak inilah suku Lampung menyebar ke setiap penjuru wilayah dengan mengikuti aliran way (sungai) seperti Way Komering, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung, dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya, sehingga meliputi dataran Lampung, Palembang, serta Pantai Banten.

Di lereng Gunung Pesagi didapati situs seperti batu bekas negeri atau pekon kuno, tapak bekas kaki, pelataran peradilan dan tempat eksekusi, serta prasasti yang terpahat pada batuan. Dari sebuah batu yang ber-tarikh 966 Caka yang ditemukan di Bunuk Tenuar Liwa, ternyata telah ada suku bangsa yang beragama Hindu telah menjadi penghuni di dataran Lampung. Di dalam hutan-hutan ditemukan parit dan jalan bekas zaman Hindu. Pada perkebunan tebu juga ditemukan batu-batu persegi, serta di antaranya batuan berukir yang merupakan puing candi. (more…)