Posts Tagged ‘Belajar Hadits’

Belajar Aksara Lampung

Belajar Aksara Lampung

Seperti halnya suku-suku lain di Indonesia, Lampung memiliki abjad/aksara sendiri yang dikenal dengan aksara Lampung. Aksara Lampung yang disebut dengan Had Lampung adalah bentuk tulisan yang memiliki hubungan dengan Aksara Pallawa dari India Selatan. Macam tulisannya fonetik berjenis suku kata yang merupakan huruf hidup seperti dalam huruf Arab, dengan menggunakan tanda-tanda fathah pada baris atas dan tanda kasrah pada baris bawah, tetapi tidak menggunakan tanda dammah pada baris depan, melainkan menggunakan tanda dibelakang, dimana masing-masing tanda mempunyai nama tersendiri.

Had Lampung dipengaruhi dua unsur, yaitu Aksara Pallawa dan Huruf Arab. Had Lampung memiliki bentuk kekerabatan dengan Aksara Rencong, Aksara Rejang Bengkulu, Aksara Sunda, dan Aksara Lontara. Had Lampung terdiri dari huruf induk, anak huruf, anak huruf ganda, dan gugus konsonan, juga terdapat lambing, angka, dan tanda baca. Had Lampung disebut dengan istilah Kaganga, ditulis dan dibaca dari kiri ke kanan dengan huruf induk berjumlah dua puluh buah. (more…)

Secara bahasa, pengertian hadits adalah berita atau baru. Fairuz Abadi berkata, “(hadatsu, huduutsan, wa hadaatsatan) maknanya adalah kebalikan dari lama, dan alhadiitsu maknanya adalah baru atau berita. Bentuk jamaknya ahaadiitsu (Lihat Al-Qomus Muhith 1/164).

Adapun pengertian hadits secara istilah adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, baik berupa ucapan, perbuatan, ketetapan, perangai, maupun sifat jasad beliau (Taisir Mushtholah Hadits oleh Syekh Mahmud Ath-Thohhan, hal. 14).  Pengertian ini sama dengan pengertian as-sunnah, khobar, dan atsar (Nuzhatun Nazhar oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar, hal. 52). Hanya saja sebagian ulama membedakan antara hadits dengan atsar. Mereka menyatakan bahwa hadits itu yang datangnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan jika datangnya dari sahabat maka disebut atsar (Dirosat fi Ulumil Hadits oleh Isma’il Salim Abdul ‘Ali, hal. 7; Al-Hadits An-Nabawi oleh Muhammad Ash-Shobbagh hal. 15). (more…)