Posts Tagged ‘depresi’

Tiap orang membutuhkan orang lain untuk mendengarkan curahan permasalahan yang mengendap di hati dan pikirannya. Seringkali seseorang mencurahkan permasalahannya bukan untuk dibantu, namun cukup untuk didengarkan. Jika akhirnya dibantu, pasti lebih menyenangkan lagi.

Seseorang yang menutupi persoalan hidupnya¬† dari orang lain cenderung beresiko menderita depresi. Isi hati dan pikiran bisa dikatakan suatu energi yang butuh dilepaskan. Jika ia dipendam dan tidak disalurkan energinya, layaknya api dalam sekam, maka sewaktu-waktu ia akan meledak. Seperti balon yang terus ditiup, karena udara yang masuk terus menerus dan tertahan di dalam balon, maka lama-lama balon akan terus menggelembung hingga akhirnya meledak. Artinya, saat dimana masalah seseorang terus berdatangan, sementara jiwanya terus tertekan, maka akan memicu munculnya emosi yang meledak-ledak. (more…)

Kecerdasan akademis sedikit kaitannya dengan kehidupan emosional. Orang dengan IQ tinggi dapat terperosok ke dalam nafsu yang tak terkendali dan impuls yang meledak-ledak, dan menjadi pilot yang tak cakap dalam kehidupan pribadi mereka. Terdapat pemikiran dari beberapa pakar bahwa IQ menyumbang paling banyak 20% bagi kesuksesan dalam hidup, sedangkan 80% ditentukan oleh faktor lain.

Kecerdasan akademis praktis tidak menawarkan persiapan untuk menghadapi gejolak atau kesempatan yang ditimbulkan oleh kesulitan-kesulitan hidup. IQ yang tinggi tidak menjamin kesejahteraan, gengsi, atau kebahagiaan hidup seseorang. (more…)