Posts Tagged ‘doa’

Tiap orang membutuhkan orang lain untuk mendengarkan curahan permasalahan yang mengendap di hati dan pikirannya. Seringkali seseorang mencurahkan permasalahannya bukan untuk dibantu, namun cukup untuk didengarkan. Jika akhirnya dibantu, pasti lebih menyenangkan lagi.

Seseorang yang menutupi persoalan hidupnya  dari orang lain cenderung beresiko menderita depresi. Isi hati dan pikiran bisa dikatakan suatu energi yang butuh dilepaskan. Jika ia dipendam dan tidak disalurkan energinya, layaknya api dalam sekam, maka sewaktu-waktu ia akan meledak. Seperti balon yang terus ditiup, karena udara yang masuk terus menerus dan tertahan di dalam balon, maka lama-lama balon akan terus menggelembung hingga akhirnya meledak. Artinya, saat dimana masalah seseorang terus berdatangan, sementara jiwanya terus tertekan, maka akan memicu munculnya emosi yang meledak-ledak. (more…)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat perusak kelezatan-kelezatan, yaitu mati.” (HR. At-Tirmidzi dll.)

Al Hasan Al Al Bashri berkata, “Kematian melecehkan dunia dan tidak menyisakan kesenangan bagi orang yang berakal. Selagi seseorang mengharuskan hatinya untuk mengingat mati, maka dunia terasa kecil dimatanya dan segala apa yang ada didalamnya menjadi remeh.”

Jika Ibnu Umar mengingat mati, maka dia menggigil seperti burung yang sedang menggigil. Setiap malam dia mengumpulkan para fuqaha, lalu mereka saling mengingatkan kematian dan hari kiamat, lalu mereka semua menangis, seakan-akan dihadapan mereka ada mayat. (more…)

1. Ikhlas karena Allah semata (QS. Al-Bayinah: 5)

2. Mengawalinya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah Ta’ala, lalu diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diakhiri dengannya

3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan doa, serta yakin akan dikabulkan.

4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdoa, dan tidak terburu-buru.

5. Menghadirkan hati dalam doa. (more…)