Posts Tagged ‘Imam Syafii’

Kebangkitan Islam, apapun bentuknya, jika tidak berdiri diatas landasan ilmu syar’i yang benar dan bersumber dari Al Qur’an, Sunnah dan manhaj salafush shalih, maka akan berakibat kehancuran dan kemusnahan. Karena hati yang dibangun tanpa ilmu syar’i laksana bulu diterpa angin. Terkadang digerakkan kekanan oleh perasaan hati yang kering dari ilmu syar’i dan terkadang condong kekiri oleh semangat membabi buta. Akibatnya kebangkitan seperti ini berakhir dalam keruntuhan dalam waktu yang singkat. Berbeda dengan semua itu, apabila seorang pemuda dibina menuntut ilmu syar’i yang sesuai dengan dalil-dalil syar’i dan fenomena alam Rabbani, lalu mengamalkan isinya dan berpegang teguh dengannya, maka kebangkitan seperti ini akan tumbuh sedikit demi sedikit.

Kebangkitan kaum Muslimin harus diawali dengan memacu motivasi mereka untuk kembali mempelajari Islam secara benar sesuai dengan pemahaman salafush shaleh. Sebab dengan motivasi yang tinggi akan menghidupkan jiwa yang tertidur, melenyapkan kemalasan dan mendorong seseorang untuk mewujudkan mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Tanpa motivasi, seseorang hanya diliputi kemalasan dan angan-angan tanpa ada semangat untuk bercita-cita, berkarya dan melakukan inovasi. Motivasilah yang membangkitkan keinginan para ulama untuk menempuh perjalanan yang jauh dan menjadikan mereka istiqomah walapun mereka harus mengarungi luasnya padang pasir hingga melepuh disengat teriknya matahari hanya demi sebuah hadits. (more…)

Namanya adalah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’I bin As-Saib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al Muthalib bin Abdi Manaf  bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib. Nama panggilannya adalah Abu Abdillah.

Beliau dilahirkan di Gaza tahun 150 Hijriyah pada tahun dimana Imam Abu Hanifah An Nu’man meninggal. Ayahnya meninggal dalam usia muda, sehingga Muhammad bin Idris As-Syafi’I menjadi yatim dalam asuhan ibunya. Pada usia 7 tahun ia sudah hafal al-Qur’an 30 juz, pada usia 10 tahun (menurut riwayat lain, 13 tahun) ia hafal kitab al-Muwaththa` karya Imam Malik dan pada usia 15 tahun (menurut riwayat lain, 18 tahun) ia sudah dipercayakan untuk berfatwa oleh gurunya Muslim bin Khalid az-Zanji. (more…)