Posts Tagged ‘Jilbab Syari’

Hijab secara etimologi bermakna menutup, menghalangi dan mencegah. Sedangkan hijab secara syara’ adalah seorang wanita yang menutup seluruh tubuh dan perhiasannya, sehingga orang asing (yang bukan mahram-nya) tidak melihat sesuatu apapun dari tubuh dan perhiasan yang dia kenakan, yaitu menutupnya dengan pakaian atau dengan tinggal dirumah.

Jilbab merupakan baju kurung yang tebal yang dikenakan seorang wanita dari kepala hingga kedua kakinya sehingga menutupi seluruh tubuh serta perhiasannya. Syarat-syarat jilbab yaitu: (more…)

Islam mewajibkan bagi para wanita untuk menutup auratnya. Pakaian penutup itu dikenal dengan jilbab. Jilbab tentu berfungsi tidak hanya untuk menutup aurat, namun juga menutup lekuk tubuh. Intinya, tujuan berjilbab adalag untuk menghilangkan celah-celah fitnah dan godaan. Barangkali, karena pada asalnya seluruh tubuh wanita dianggap indah, sehingga bisa menimbulkan semacam godaan bagi lawan jenisnya, maka diwajibkanlah bagi mereka untuk berjilbab. Oleh karenanya, para ulama pun, sangat ketat dalam menentukan kriteria jilbab syar’i. Semisal syaikh Bakr Abu Zaid, bahkan melarang jilbab yang terdapat hiasan pernak-pernik. Ulama-ulama Saudi pada umumnya malah mengharuskan para wanita agar menggunakan cadar. Memang banyak perdebatan, apakah wajah masuk dalam kategori aurat atau tidak. Tapi seperti diawal, bahwa tujuan jilbab, salah satunya, adalah untuk mencegah munculnya fitnah dan godaan yang mungkin muncul dari keindahan tubuh wanita itu sendiri. Memang yang pokok, tujuan seorang wanita berjilbab adalah menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya. Itu yang utama. Perkara ada manfaat lain dari jilbab seperti adanya efek kemaslahatan sosial, kesehatan, maupun keadaban, itu adalah hikmah dari pelaksanaan syariat Allah. (more…)