Posts Tagged ‘Khas Lampung’

Sulam usus merupakan salah satu contoh warisan nenek moyang di daerah Lampung yang memiliki potensi pasar yang sangat besar, namun agak sedikit tertinggal karena sulaman yang dibuat dari sutera kecil tersebut memerlukan waktu lama dalam pengerjaannya. Misal: untuk membuat sebuah kebaya diperlukan waktu satu pekan pengrajutan.
Sulam usus adalah sulaman yang indah berbahan baku kain satin berbentuk usus ayam dengan motif yang khas. Sulam usus dirajut dengan benang emas dan ada pula yang disertai dengan kaca dan uang logam kuno. Motif yang dikembangkan pada sulam usus adalah motif-motif natural. Sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik pembuatan dengan sulam tangan. (more…)

Kerajinan Lampung

Kerajinan Lampung

Berdasar peta bahasa, Bahasa Lampung memiliki dua subdialek.

Pertama, dialek A (api) yang dipakai oleh masyakarat Sekala Brak, Melinting Maringgai, Darah Putih Rajabasa, Balau Teluk Betung, Semaka Kota Agung, Pesisir Krui, Ranau, Komering, Daya, Way Kanan, Sungkai, Pubian.

Kedua, subdialek O (nyo) yang dipakai oleh masyarakat Abung dan Tulang Bawang.

Sedangkan Dr. Van Royen mengklasifikasikan Bahasa Lampung dalam dua sub dialek, yaitu Dialek Belalau atau Dialek Api dan Dialek Abung atau Dialek Nyow. (more…)

Jenis Tapis Lampung Berdasar Asal Pemakainya

Beberapa jenis kain tapis yang umum digunakan masyarakat Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin, yaitu:

Tapis Lampung dari Pesisir

Tapis inuh, Tapis Cucuk Andak, Tapis Semaka, Tapis Kuning, Tapis Cukkil, Tapis Jinggu.

(Klik untuk info kain tenun tapis Lampung terlengkap)

Tapis Lampung dari Pubian Telu Suku

Tapis Jung Sarat, Tapis Balak, Tapis Laut Linau, Tapis Raja Medal, Tapis Pucuk Rebung, Tapis Cucuk Handak, Tapis Tuho, Tapis Sasap, Tapis Lawok Silung, Tapis Lawok Handak.

Tapis Lampung dari Sungkai Way Kanan

Tapis Jung Sarat, Tapis Balak, Tapis Pucuk Rebungm, Tapis Halom, Tapis Kaca, Tapis Kuning, Tapis Lawok Halom, Tapis Tuha, Tapis Raja Medal, Tapis Lawok Silom. (more…)

Tapis Motif Kapal Naga

Tapis Motif Kapal Naga

Kain tapis merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat Lampung. Tapis Lampung termasuk kerajinan tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih menggunakan metode dan peralatan sederhana. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis (muli). Mulanya, pengerjaan kain tapis dilakukan untuk mengisi waktu luang dan untuk memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral. Namun saat ini, tapis mulai diproduksi dengan corak hias yang beragam sebagai barang komoditi yang bernilai ekonomis yang cukup tinggi.Tapis Lampung adalah hasil tenun benang kapas dengan motif dari benang perak atau benang emas yang dikerjakan secara sulam (cucuk). Biasanya dipakai pada bagian pinggang ke bawah membentuk sarung . (more…)

Masa Pra Sejarah

Asal-usul suku Lampung adalah dari Sekala Brak, yaitu sebuah kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, Selatan Danau Ranau yang secara administratif kini berada di Kabupaten Lampung Barat. Kata ‘Lampung’ sendiri memiliki arti berasal dari ketinggian. Hal ini karena pada awalnya suku Lampung bermukim di dataran tinggi Sekala Brak di lereng Gunung Pesagi. Dari dataran Sekala Brak inilah suku Lampung menyebar ke setiap penjuru wilayah dengan mengikuti aliran way (sungai) seperti Way Komering, Way Kanan, Way Semangka, Way Seputih, Way Sekampung, dan Way Tulang Bawang beserta anak sungainya, sehingga meliputi dataran Lampung, Palembang, serta Pantai Banten.

Di lereng Gunung Pesagi didapati situs seperti batu bekas negeri atau pekon kuno, tapak bekas kaki, pelataran peradilan dan tempat eksekusi, serta prasasti yang terpahat pada batuan. Dari sebuah batu yang ber-tarikh 966 Caka yang ditemukan di Bunuk Tenuar Liwa, ternyata telah ada suku bangsa yang beragama Hindu telah menjadi penghuni di dataran Lampung. Di dalam hutan-hutan ditemukan parit dan jalan bekas zaman Hindu. Pada perkebunan tebu juga ditemukan batu-batu persegi, serta di antaranya batuan berukir yang merupakan puing candi. (more…)

 

Kain Tapis Lampung

Kain Tapis Lampung

Penyebaran kain tapis diperkirakan sebagai karya tenun pada tahun 800-an. Fakta ini berdasar catatan sejarah pada abad ke-7 Masehi yang bersumber dari Prasasti Raja Belitang. Kita dapat melihat koleksi kain tapis tertua yang berumur ratusan tahun di museum Inggris dan Amerika Serikat.

Masyarakat Menggala (Tulang Bawang) dan Kenali (Lampung Barat) adalah suku Lampung pertama yang mengembangkan pembuatan tenun tapis.

(more…)