Posts Tagged ‘makanan halal’

Hukum dasar semua makanan dan minuman adalah mubah dan halal kecuali yang diharamkan dan membahayakan bagi kesehatan, anggota tubuh manusia dan agamanya. Allah telah memberikan anugerah tak terhingga kepada manusia dengan menjadikan semua yang diciptakannya di muka bumi ini boleh kecuali yang diharamkannya. Allah Ta’ala berfirman, “Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 29)

Terdapat dua syarat untuk binatang darat yang halal untuk dikonsumsi:

  1. Hewan yang hidup di darat yang boleh dikonsumsi.
  1. Cara memburunya atau menyembelihnya dilakukan dengan cara yang sesuai dengan syariat Islam.

(more…)

Setiap binatang yang mempunyai taring, yaitu semua binatang darat predator yang memangsa hewan lainnya, baik berukuran besar seperti harimau dan singa atau binatang berukuran kecil seperti kucing dan anjing.

Semua burung yang memiliki cakar, yaitu semua burung yang memakan daging seperti elang dan burung hantu.

Binatang melata, ular, dan tikus haram untuk dikonsumsi. Bahkan kita dianjurkan untuk membunuhnya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ada lima binatang yang boleh kalian bunuh, baik ketika berhaji maupun tidak yaitu: ular, burung gagak, tikus, anjing buas, dan elang. (HR. Bukhari-Muslim) (more…)

Tentang hukum memakan bekicot, maka harus dilihat, apakah ada dalil yang menyebutkannya secara eksplisit dalam Al-Qur’an atau hadits sebagai sumber hukum yang utama.

Jika dianggap sebagai makanan yang menjijikkan, maka hal itu bersifat subjektif dan sangat relatif. Karena menjijikkan bagi seseorang, mungkin tidak bagi yang lain. Atau bahkan justru dibutuhkan bagi orang yang lain lagi. Jadi hal ini tidak bisa dijadikan sebagai landasan hokum yang pasti dan mengikat.

Kalau tidak ada dalil yang jelas, maka menurut kaidah fikih, kembali pada hokum asal, yaitu mubah, hukum asal segala sesuatu adalah mubah atau dibolehkan. (more…)

Mengkonsumsi makanan yang halal itu merupakan perintah Allah di dalam Al-Qur’an bagi seluruh umat manusia. Hal ini termaktub dalam ayat yang artinya, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 168-169)

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa makanan yang halal itu dibutuhkan bagi umat manusia secara umum, akan dapat memberi kebaikan bagi dirinya. Sebaliknya, kalau mengkonsumsi yang tidak halal, pastilah akan berakibat buruk.

Secara khusus lagi, Allah memerintahkan kita sebagai orang yang beriman dengan ayat-Nya yang bermakna, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik (yang halal), yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah (beribadah).” (QS. Al-Baqarah: 172) (more…)