Posts Tagged ‘Muhasabah’

Dikisahkan, Imam Ahmad bin Hambal pada hari itu ingin pergi ke suatu kota. Imam Ahmad pun tidak tahu alasan untuk apa dirinya pergi ke kota tersebut. Beliau hanya mengikuti dorongan hatinya bahwa ia harus pergi ke kota itu.

Maka berangkatlah Imam Ahmad bin Hambal ke kota tersebut. Sesampainya disana, Imam Ahmad bin Hambal kemudian beristirahat disebuah masjid. Saat beliau sedang istirahat, tiba-tiba penjaga masjid menghampiri Imam Ahmad bin Hambal dan mengusir beliau dari masjid tersebut. Tampaknya penjaga masjid tidak tahu bahwa orang yang diusirnya itu adalah seorang ulama besar. (more…)

Musibah yang datang bertubi-tubi ini tidak mungkin hanya datang akibat perubahan alam semata. Ada kekuatan yang jauh lebih besar yang mengatur datangnya berbagai musibah ini agar kita merenung dan instropeksi akan keagungan kekuatan-Nya yang dahsyat. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Ta’ala Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah Ta’ala menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendaki-Nya dan menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik, melanggar perintah dan perbuatan yang dilarang. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, artinya:

“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS. Al Israa’: 59).

Firman-Nya yang lain:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami disegenap ufuk dan pada diri mereka sendiri , sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.” (QS. Fushilat: 53). (more…)

Muhasabah

Posted: November 25, 2012 in Kejiwaan
Tags: , ,

Kala matahari tenggelam, langit senja pun berangsur-angsur menjadi gelap. Takbir mulai menggema, tanda azan telah berkumandang. Semarak masjid diramaikan oleh langkah-langkah riang anak-anak, menyertai jama’ah yang mulai berdatangan. Di dalam masjid, jama’ah khusyuk menghadap Rabb-nya. Mereka bermunajat, bersujud, menghinakan diri pada Penciptanya. Usai solat, takbir bersahut-sahutan, terdengar keras dari corong suara di atas masjid. Tak terasa, Syawal telah menyambut kita. Bulan telah berganti, Ramadhan berada pada masa akhirnya. Entah, mungkinkah tahun esok kita masih menjumpainya. Namun, yang patut kita renungi, apa yang telah kita perbuat pada Ramadhan kali ini. Dikala masjid-masjid saling bersahut-sahutan takbir, haruskah kita duduk merenung, menyesali atau bahkan menangisi kelalaian kita. Ramadhan seolah berlalu tanpa kita dapat berbuat banyak untuk mengisinya dengan amal kebaikan. Pantaskah kita merayakan kemenangan sejati pada hari yang fitri, atau kita hanya menjadi pecundang, merasakan kemenangan semu, karena kita meraih kemenangan tanpa ikut lelah berperang.

(more…)