Posts Tagged ‘sunnah’

Pertama, wajib, yaitu apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala. Siapa saja yang mengerjakannya akan mendapat pahala dan jika meninggalkannya akan mendapatkan siksa, seperti salat lima waktu dan puasa ramadhan.

Kedua, haram, yaitu apa yang dilarang Allah Ta’ala. Orang yang meninggalkannya akan mendapat pahala dan orang yang melakukannya akan mendapat siksa, seperti perbuatan zina dan meminum minuman yang memabukkan.

Ketiga, sunnah, yaitu apa yang dianjurkan dalam Islam agar dikerjakan. Setiap orang yang mengerjakannya akan mendapat pahala, namun orang yang tidak melakukannya tidak mendapat siksa. Seperti tersenyum dihadapan orang lain, mengucapkan salam ketika bertemu, dan menyingkirkan duri dari jalanan. (more…)

  1. Hasad

Artinya membenci datangnya nikmat Allah kepada seorang hamba. Dia adalah ketidaksenangan seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Maka ini adalah hasad, baik dia mengharap hilangnya nikmat itu atau tetap ada, akan tetapi dia membenci hal itu. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dia berkata, “Hasad adalah kebencian seseorang atas nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.”

Setiap jiwa tidak pernah luput dari sifat hasad ini, yakni terkadang dia mendesak kedalam jiwa, tetapi dijelaskan dalam suatu hadits: “Jika engkau hasad maka janganlah engkau zhalim dan jika engkau berprasangka maka janganlah engkau menyelidiki.” Artinya, seorang manusia apabila dia merasakan ada hasad didalam hatinya kepada orang lain maka wajib baginya untuk tidak berbuat zhalim kepada orang itu, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. (more…)

Adakah Bid’ah Hasanah?

Posted: May 14, 2014 in Kaidah
Tags: , ,

Allah Ta’ala berfirman, “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Telah berkata Imam Malik rahimahullah, “Barangsiapa yang mengada-adakan di dalam Islam suatu kebid’ahan yang ia melihatnya sebagai suatu kebaikan, maka ia telah menuduh bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menghianati risalah, karena Allah Ta’ala telah berfirman (yang artinya), ‘Pada hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam menjadi agama bagimu.’ Maka sesungguhnya yang tidak menjadi agama pada hari itu, tidak menjadi agama pula pada hari ini.” (more…)