Archive for the ‘Pemikiran’ Category

Saat ini hobi mendaki gunung menjadi semacam tren di kalangan anak muda. Apalagi semenjak boomingnya novel dan film 5 cm. Novel dan film 5 cm sendiri menceritakan kisah pendakian satu kelompok persahabatan ke Puncak Gunung Semeru.

Namun sayangnya, tren pendakian gunung ini sedikit tercoreng akibat oknum pendaki yang tidak bertanggung jawab. Semakin ramai pengunjung yang mendaki suatu gunung, maka akan ditemukan banyak sampah yang berserakan. Belum lagi tindakan oknum pendaki yang suka corat-coret di pepohonan, bebatuan, atau situs sejarah di gunung yang tentunya merusak keindahan dan kebersihan di tempat tersebut. Padahal, pendakian gunung ini sesungguhnya kegiatan yang positif jika dilakukan dengan disiplin dan bertanggung jawab. (more…)

Advertisements

Indonesia adalah negara demokrasi. Dengan sistem demokrasi ini, setiap orang memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dan pemikirannya. Kemerdekaan berbicara ini tentu sangat baik untuk mengembangkan iklim demokrasi itu sendiri, karena berguna untuk menambah wawasan, memperkuat ide serta gagasan, hingga untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (more…)

Sudah hampir 4 tahun Bapak Joko Widodo menjadi Presiden Indonesia. Selama itu pula kita sudah dapat melihat dan menilai kinerjanya sebagai seorang presiden. Ada pihak yang puas, namun ada pihak yang kecewa dengan hasil kerjanya. Sebagai masyarakat awam yang telah merasakan kepemimpinan Bapak Joko Widodo, aku pun memiliki penilaian tersendiri. Aku tidak merasa kecewa dengan kepemimpinannya, namun tidak pula merasakan kepuasan, apalagi sampai orgasme.

Ketika debat presiden tahun 2014, khususnya ketika membahas tentang ekonomi, Bapak Joko Widodo sangat menekankan untuk melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Barangkali selama menjadi pengusaha, beliau merasakan betul banyaknya hambatan dalam  menjalankan usahanya yang disebabkan buruknya infrastruktur nasional. Saat debat capres itu berlangsung, janji pembangunan infrastuktur merupakan prioritas yang harus dilaksanakan ketika beliau menjadi presiden. (more…)

Angka pengangguran baik secara nasional maupun internasional masih cukup tinggi. Bila dilihat dari segi persentase, mungkin sangat kecil, namun jika dilihat secara nominal riil, jumlahnya bisa mencapai puluhan juta untuk seluruh dunia.

Hidup menjadi pengangguran memang tidak mengenakkan. Selain tidak berpenghasilan, menjadi pengangguran tentu dinilai tidak baik dalam kehidupan sosial masyarakat. Masyarakat umumnya menganggap sinis para pengangguran. Orang yang menganggur juga merasakan tidak nyaman dalam diri mereka, hingga akhirnya menjadi stress, bahkan tak sedikit yang berujung pada tindakan bunuh diri. (more…)

Kehidupan manusia dapat digambarkan seperti roda yang berputar. Kadang ia berada di atas, kadang berada di bawah. Begitu pula kehidupan, ada saat seseorang berada di puncak kesuksesan, namun ada saat ia mengalami keterpurukan.

Namun pada umumnya, seseorang akan merasa diuji oleh Tuhan ketika posisinya sedang dalam keadaan terpuruk. Sedangkan ketika kedudukannya sedang dipuncak kejayaan, ia tidak menyadari bahwa kejayaan itupun merupakan bagian dari ujian dari-Nya. (more…)

Maret 2018, cadar menjadi polemik di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Rektor UIN Sunan Kalijaga mengancam akan memberhentikan mahasiswi yang memakai cadar. Sebelum diberi sanksi pemecatan, para mahasiswi akan diberikan konseling dan pembinaan ideologi Islam moderat. Menurut rektor, pembinaan itu sangat diperlukan, karena mahasiswi yang bercadar dianggap tersusupi pemikiran radikal.

Terlepas dari masalah perbedaan ulama mengenai hukum cadar, sebenarnya larangan bercadar itu sah-sah saja, karena kampus memiliki otonomi untuk mengatur tata tertib civitas akademikanya yang bertujuan agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kondusif. Jangankan masalah cadar, banyak kampus yang mengatur detail pakaian para mahasiswanya hingga seperti larangan memakai kaos oblong dan sandal. Di beberapa kampus kedokteran bahkan melarang mahasiswinya memakai celana jeans. (more…)

Sudah merupakan ketentuan Ilahi, semua ibadah dalam Islam menyimpan berbagai hikmah yang mulia. Hikmah itu ada yang bersifat lahir, bisa diketahui setiap mukmin, dan ada pula yang tersembunyi, hanya diketahui oleh orang-orang alim yang mendalam ilmunya.

Haji termasuk ibadah yang hikmahnya bisa dilihat secara kasat mata, seperti pengorbanan dengan harta dan jiwa, kepedulian pada sesame, dan lain sebagainya. Selain itu, haji pun memiliki banyak hikmah yang sulit kita indra.

Haji mabrur atau diterima oleh Allah Ta’ala adalah haji yang dilaksanakan secara sempurna dengan memenuhi semua syarat, wajib, dan rukunnya. “Barangsiapa yang melakukan ibadah haji karena Allah kemudian tidak berkata kotor dan tidak melakukan perbuatan fasik atau durhaka, ia akan pulang tanpa dosa sebagaimana ketika ia dilahirkan ibunya. (Muttafaq Alaih) (more…)