Archive for the ‘Pemikiran’ Category

Nabi Muhammad S.A.W. terlahir di Jazirah Arab. Jika menelisik pada peta dunia modern, maka letaknya tepat di Arab Saudi. Ketika Islam turun ditanah Arab, maka secara otomatis Islam disampaikan oleh nabi yang berbangsa Arab dan berbicara dengan menggunakan bahasa Arab, serta objek dakwahnya ketika itu pun orang-orang Arab.

Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan disampaikan melalui lisannya orang Arab. Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur, tidak turun sekejap 6000-an ayat, agar umat Islam saat itu bisa mudah mempelajari dan menghapal Al-Quran. Ketika Abu Bakar menjadi khalifah, maka dimulai upaya pembukuan Al-Quran. Oleh karena Al-Quran berbahasa Arab, maka dalam pembukuannya pun secara otomatis menggunakan aksara Arab. Kalau kita sering menemukan buku yang menuliskan Al-Quran dalam aksara latin, maka keakuratan lafaznya tidak mendekati 100%. Jika pelafazan Al-Quran tidak akurat, maka arti dan maknanya pun menjadi tidak akurat.

Bahasa dan aksara sangat erat melekat pada identitas suatu bangsa. Jadi Islam tidak bisa seutuhnya lepas dari budaya Arab, karena Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam menggunakan bahasa Arab. Jika tidak berbahasa Arab, maka tidak bisa disebut sebagai Al-Quran. Sehingga sangat sulit jika Islam harus dipisahkan dari budaya Arab karena kitab pedoman agama Islam berbahasa Arab; nabinya lahir, hidup, dan wafat di Arab; bahkan kemudian Islam disebarluaskan oleh sahabat-sahabat nabi yang sebagian besarnya merupakan orang Arab.

Islam datang tidak untuk melenyapkan budaya-budaya lokal, karena manusia memang diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 13. Jadi keanekaragaman budaya sudah disadari oleh Islam dan tidak ada upaya penyeragaman budaya oleh Islam. Islam membolehkan masing-masing bangsa dengan bahasanya, pakaiannya, aksaranya, makanannya, mata pencahariannya, adatnya, peralatannya, pola hidupnya, selama tidak bertentangan dengan ajaran Al-Quran.

Justru menjadi pertanyaan mengapa sekarang kita harus phobia dengan budaya Arab, sementara kita membuka lebar kran modernisasi yang pada dasarnya berasal dari Amerika dan Eropa. Kita pun tidak memprotes bermunculannya  film dan drama Jepang, Korea, atau India yang sering tayang di televisi nasional. Tidak ada demo menolak jepangisasi atau koreanisasi budaya Indonesia.

Yang muncul akhir-akhir ini adalah justru ada standar ganda dan upaya diskriminasi dari oknum politisi, artis, dan media terhadap budaya Arab. Jika seorang muslim bersorban atau muslimah bercadar, maka dianggap radikalis garis keras. Namun jika ada muslim yang menggunakan jas atau muslimah memakai rok mini, maka dikesankan elegan. Jika ada pelajar yang belajar di pesantren, dikesankan kolot dan kuno. Namun jika pelajar yang belajar di sekolah umum, dikesankan intelek dan modern. Kesan yang diciptakan begitu diskriminatif. Padahal bangsa yang pernah menjajah Indonesia berasal dari bangsa Barat. Mereka juga yang kini begitu rakus mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia. Jadi dosa besar apa dari bangsa Arab kepada bangsa ini? Bahkan tidak sedikit orang Indonesia yang bekerja di negara-negara Arab. Banyak pula pelajar Indonesia yang mendapat beasiswa dari negara-negara Arab untuk belajar disana. Ketika bangsa ini terkena bencana, negara-negara Arab pun memberikan bantuan dengan nominal yang tidak sedikit.

Jadi, kita harus adil dalam menyikapi sesuatu. Jika kini sejumlah negara Arab terjadi peperangan dan seperti neraka dunia, nyatanya pun banyak negara-negara Barat yang ikut campur dalam konflik tersebut. Dan tidak bisa dipungkiri, jika sejumlah negara Arab mulai nampak semakin modern, disitu juga ada campur tangan dari negara-negara Barat. Negara-negara Barat pun tidak seluruhnya penjahat, karena secara fakta, bangsa ini juga banyak memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang mereka kembangkan. Kalau kita bisa adil bersikap terhadap budaya Barat, mengapa tidak bersikap adil terhadap budaya Arab?

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa orang yang paling takut pada Allah adalah ulama. Ulama merupakan orang yang paling mengenal Allah, serta paling mengetahui sifat-sifat dan syariat-Nya. Ulama menjadi sosok yang teguh dan kukuh dalam menjalankan dan memperjuangkan syariat-Nya, serta orang yang paling bersemangat dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak pada yang baik dan mencegah pada yang buruk). (more…)

Keutamaan Ulama

Posted: February 16, 2017 in Pemikiran

Sejak perjuangan kemerdekaan Indonesia, pengaruh kepemimpinan ulama sangat kuat ditengah umat. Ulama menjadi ujung tombak kepemimpinan dan sumber rujukan ditengah krisis kepercayaan pada kepemimpinan yang selama ini didominasi kalangan politisi.

Namun akhir-akhir ini, kritikan terhadap ulama tidak sedikit jumlahnya. Tentu wajar di era demokrasi ini seseorang dikritik, meski sekelas ulama sekalipun, selama pengkritiknya berada pada level yang sama. Sayangnya, kebanyakan pengkritik para ulama adalah kalangan awam yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama. Jika kita membaca biografi para ulama, mereka semenjak kecil sudah dibimbing oleh orang tuanya untuk fokus mempelajari agama. Jadi seorang ulama memang seumur hidupnya dihabiskan untuk mempelajari dan mendakwahkan agama. Coba bandingkan dengan para pengkritik yang mempelajari agama hanya bermodal mesin pencari google. Tentu cara pemahaman dan interpretasi mereka akan sangat dangkal dibandingkan ulama yang selama proses pembelajarannya dibimbing oleh para ulama juga. (more…)

Pintu masuknya setan menggoda manusia

Iri, dengki, dan ambisi akan mengajak manusia untuk berbuat sesuatu asal keinginannya tercapai, dan disanalah setan masuk.

Amarah, syahwat, dan  keras hati menjadikan manusia lemah akalnya, mendahulukan nafsunya, lalu dikendalikan setan.

Kenyang dan tidak suka lapar akan menguatkan syahwat dan mengabaikan ketaatan. Inilah keinginan setan. (more…)

Pertama, menggoda manusia melalui perbuatan syirik, karena perbuatan syirik termasuk dosa yang tidak akan diampuni Allah Ta’ala.

Kedua, melalui perbuatan bidah jika langkah pertama tidak berhasil. Bidah merupakan perbuatan mengada-adakan suatu alasan yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Pelakunya tidak merasakan suatu kemaksiatan, meskipun hal itu suatu dosa. (more…)

Azab Akibat Penyimpangan Seksual

LGBT adalah penyimpangan seksual sepanjang peradaban manusia.

Tuntutan dari sebagian kalangan untuk mengakui eksistensi lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kian membuat miris hati nurani kita. Fenomena penyimpangan seksual serupa, pernah terjadi dalam sejarah klasik peradaban manusia. Ujian ini pernah menimpa Kaum Nabi Luth.

Nabi Luth pernah singgah di suatu negeri yang pada akhirnya dimusnahkan oleh Allah tanpa sisa. Negeri itu bernama Saduum yang hampir seluruh penghuninya melakukan kemaksiatan kepada Allah. Mereka tidak taat akan risalah yang disampaikan oleh Nabi Luth. (more…)

Dunia Melawan Biopiracy

Mencuri, mematenkan, lalu menjual dengan harga berlipat hasil curian yang sudah dipatenkan itu ke negara asal mereka  melakukan pencurian.

Pada Mei 1995, dua ilmuwan di University of Missisipi mendapatkan paten untuk penggunaan kunyit dalam pengobatan luka tertentu. Temua mereka terlihat hebat, karena ekstrak tanaman yang biasa dijumpai tumbuh liar di Asia ini mampu menyembuhkan luka itu dengan cepat, yang bahkan dengan obat-obatan modern perlu waktu lama.

Temuan baru? Nanti dulu. Sebuah organisasi riset India, Indian Council Of Scientific and Industrial Research mengajukan keberatan. Alasannya, masyarakat India telah menggunakan kunyit sebagai salep luka selama ribuan tahun. Mereka menyodorkan sejumlah bukti, termasuk sebuah manuskrip kuno berbahasa Sansekerta. Paten
dibatalkan tahun 1997. (more…)